Kedatangan

Hanya gelap yang terlihat ketika ia mencoba menangkap bayangan yang berjalan menjauh dari tatapan. Sosok itu pergi membawa kebenaran dan juga kesejatian. Semakin jauh langkahnya terdengar, semakin berdegup jantungnya terasa. Aku takut, katanya dalam hati. Aku ingin lari, namun ia tahu ia tidak bisa. Kemanakah, hati dan pikiran seseorang pergi ketika mereka merasa benar akan sesuatu. Disembunyikankah kedua kemuliaan manusia tersebut sewaktu tuhan menciptakan mereka? Ataukah mereka selama ini bersemayam dalam kegelapan dan tak akan muncul lagi?

Selamat datang di dunia, anakku. Sayup ia dengar suara asing di dekatnya. Berbisik dan bergetar, suara itu, ia pernah dengar dahulu. Ia selalu nikmati alunan nada-nada rindu yang terserap ke dalam dinding-dinding pembatas, merembes dalam kalbu. Suara itu kini begitu dekat, namun terasa asing sangat.

Ia tidak tahu bahwa hari-hari yang ia miliki akan penuh dengan kepahitan dan lara. Namun ia merasakannya. Gelap sudah tidak selamanya, melainkan datang dan pergi silih berganti. Tetapi derita dan kesedihan tercium bak busuk yang menyeruak lepas dari bangkai. Bahkan darah pun tercium begitu segar di tubuhnya, merah dan penuh pesona.

Kuberikan kau nama, anakku. Kuberikan kau tempat bernaung. Kuserahkan padamu kehidupan baru.

Betapa mewahnya. Sebuah nama yang turun dari makhluk yang menyayanginya. Seteguk dua teguk pelepas dahaga, dan tak terhingga banyaknya kasih sayang, namun juga identitas baru yang merantainya dengan tak kenal ampun.

Ia meronta seketika. Namun tubuhnya tiada bergerak. Sulit, sukar dan seperti tidak jelas bagaimana caranya. Siapapun kamu, aku tidak ingin punya nama ini. Aku tidak ingin punya identitas ini. Jangan tandai aku, karena sebelumnya aku bebas. Aku ingin bebas lagi, aku akan memilih. Biarkanlah. Dan bayangan gelap yang sebelumnya dekat denganku, tolong kembali. Dan ia menjerit. Menangisi nasib.

Kau boleh menjerit, kau boleh menangis liar. Tapi jangan kau kutuk diriku. Sebab kami telah menunggumu, kami telah menantimu, dan mencintaimu. Siapapun itu yang pernah bersamamu dahulu, tolong lupakanlah. Sebab kau kini bersamaku.

Ia tampak indah dalam deritanya. Bersinar di bawah cahaya dan air mata. Perlahan ia terima suratan yang tertera untuk dirinya. Ia adalah sesuatu yang diberi makna, dan dengan demikian akan berperilaku sesuai dengan apa yang makna tersebut harapkan darinya. Dihirupnya udara, dan dirasakan degup jantung yang terdengar membahana. Aku takut, katanya lagi. Tapi aku tahu, aku tidak bisa lari. Aku kini terbatas dalam ragawi. Kaki kecil nan rapuh ini tak akan bisa membawaku pergi. Aku harus tinggal di sini.

Ia terbatas dan tak terbatas sekaligus, ia bisa berlari jauh, melompat setinggi mungkin dalam batinnya. Walau kemudian ia akan terseok-seok untuk menetak kedua telapak kaki di atas bumi sambil berusaha berdiri. Ketika suatu saatnya nanti, ia akan mandiri, ia belum tentu berpaling ke lain hati. Karena ia punya seseorang yang ia hutangi.

Aku akan berdoa, untukmu dan untukku. Aku akan selalu merindukanmu, ketika gelap tiba dan ketika ia memudar terganti cahaya. Kuberikan padamu secercah makna, yang akan kau bawa. Kukalungkan padamu beban dunia, sebab inilah tempat dirimu bersemayam walau hanya sementara. Kucintai dirimu hampir selamanya, sampai saatnya aku meregang nyawa dan kumulai jejak-jejak langkah baru dalam dunia yang bertambah tua.

Ia-pun mengerjap. Air mata mengalir perlahan, detak jantungnya terasa dekat. Nyata. Hangat. Bayangan itu sudah sepenuhnya hilang ditelan gelap. Kesejatian, pikirnya, bisa dicari. Makna, selaiknya diberi. Ketika saatnya tiba nanti, ia akan mencari butir demi butir hati dari segala cerita yang pernah ia resapi. Namun sebelum hari itu tiba, ia akan beristirahat dalam lindungan ragawi yang terasa seperti jeruji. Dan ia tahu bahwasanya, ia tak sendiri.

About these ads

2 Responses to “Kedatangan”

  1. Oh my God. You re a writer… Gwe suka bgt bahasa Lo. Jadi kaya baca novelnya Bumi Manusia (lebayy) ahahaha… keep on posting. i wish I could write like that…

    P.S: Don’t tell me that you are into cultural things to?

    • Galih Suharjan Says:

      hehe kebetulan mas Pramoedya memang salah satu penulis yg mengubah hidup saya. hihihi. lo suka Pram juga Nang? Iya gw sangat suka budaya dan sejarah sih, kebetulan aja juga suka nulis.

      Btw lo juga? Kebetulan, jadi bisa berburu buku bareng di SF :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: